Ahli Gizi: Gaya Hidup Sehat Belum Membudaya

Kamis, 26 Januari 2017 | 17:54
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
AJAK GAYA HIDUP SEHAT: Dr. Marudut, B.Sc., MPS (Narasumber), Sutji Sosrowardojo (Moderator), dr. Rulli P. A. Situmorang(Medical Affairs Mgenai kebaikan susu dalam Diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia bertema “Resolusi untuk Keluarga Sehat Indonesia” di Jakarta, 25 Januari 2017.

 INDOPOS.CO.ID - Frisian Flag Indonesia (FFI) tak hentinya mengedukasi publik dan konsumen untuk lebih keluarga sehat Indonesia. ali ini FFI mengadakan Diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia bertajuk Resolusi untuk Keluarga Sehat Indonesia

Kegiatan ini diadakan seiring dengan momen tahun baru sekaligus Hari Gizi Nasional yang diperingati pada tanggal 25 Januari. Bersama pakar gizi dan praktisi hidup sehat, diskusi ini akan membahas gaya hidup sehat dan segala kebaikan susu sebagai bagian dari resolusi keluarga sehat Indonesia untuk mengawali tahun yang baru.

Ahli gizi, dosen di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II sekaligus anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dr. Marudut, MPS hadir dalam diskusi.

Dalam pemaparannya, Dr Marudut mengatakan, gaya hidup sehat merupakan hal yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Berbagai masalah kesehatan dapat terjadi bila manusia tidak mengikuti gaya hidup sehat.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang sebagai acuan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai hidup sehat. 

           

“Berdasarkan peraturan  tersebut, untuk mencapai hidup sehat perlu adanya pemenuhan gizi seimbang yakni zat gizi yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Lebih jauh  ia menekankan  bahwa anjuran  untuk mengonsumsi makanan yang beraneka ragam terdapat pada  pesan pertama dari pedoman gizi tersebut dan anjuran melakukan aktifitas fisik untuk mempertahankan berat badan yang normal terdapat pada pesan kesepuluh.

Susu merupakan salah satu pangan sumber zat gizi makro (protein) dan mikro (kalsium) yang diperlukan oleh tubuh manusia, dengan mutu protein terbaik (setara telur unggas)  di antara pangan sumber protein lainnya.

Mutu protein susu disebut terbaik didasarkan atas kelengkapan jenis dan jumlah asam amino esensial yang sesuai untuk kebutuhan tubuh pada era penentuan mutu protein dengan menggunakan skor asam amino sesuai anjuran WHO.

“Demikian juga pada masa kini, penentuan mutu protein sesuai anjuran WHO adalah dengan menggunakan DIAAS (Digestible Indispensable Amino Acid Score), yakni skor pencernaan protein di usus halus (ileum).

Dalam hal ini, protein susu maupun telur ditetapkan sebagai protein terbaik di antara pangan sumber protein lainnya. Oleh karena itu, protein susu sering digunakan sebagai protein referensi untuk menilai mutu protein pangan lainnya yang diperdagangkan baik nasional maupun internasional.

“Hanya protein dengan kualitas terbaiklah yang dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia pertumbuhan serta membentuk  atau mengganti  jaringan yang rusak di dalam tubuh,” jelas Dr. Marudut.

Dr. Marudut melanjutkan bahwa berdasarkan Riskesdas 2013, stunting pada balita dan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia  cenderung  meningkat. 

Sementara itu, dalam momen tahun baru dan juga memeringati Hari Gizi Nasional, FFI mengajak keluarga Indonesia untuk menjalani gaya hidup sehat sebagai resolusi bersama seluruh keluarga.

Medical Affair Manager  FFI dr. Rulli P. A. Situmorang mengatakan, gaya hidup sehat dapat diwujudkan melalui konsumsi menu makanan dengan gizi seimbang dan minum susu secara rutin setiap hari bersama seluruh anggota keluarga. 

Berdasarkan data dari Nielsen RUU Data (non-projected) 2014, konsumsi susu di Indonesia baru mencapai 12 liter per orang/tahun; masih jauh lebih rendah dibandingkan negara–negara tetangga seperti Malaysia (39 liter), Vietnam (20 liter), dan Thailand (17 liter).

Kondisi inilah yang menjadi alasan FFI sebagai mitra gizi keluarga, untuk turut mendukung peningkatan konsumsi susu melalui sosialisasi gaya hidup sehat sebagai resolusi keluarga untuk turut serta mewujudkan keluarga sehatIndonesia.

Selain konsumsi susu, aktivitas fisik rutin harus diterapkan. Hal ini juga merupakan salah satu poin yang juga dapat dimasukkan dalam resolusi keluarga tahun ini. Selama 95 tahun, Frisian Flag Indonesia telah hadir dengan rangkaian produk gizi berbasis susu dengan berbagai inovasi untuk anak-anak hingga dewasa.

“Frisian Flag Indonesia juga aktif mendukung berbagai penelitian tentang gizi yang diikuti dengan program-program pendidikan tentang gizi.,” katanya. (ver)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%