Jun Njan, Cita Rasa Seafood Tiga Generasi

Kamis, 09 Februari 2017 | 22:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
KLASIK: Restoran Jun Njan di Grand Indonesia, Jakarta. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Mempertahankah cita rasa asli sebuah masakan hingga generasi ke tiga tentu tidak semua restoran bisa lakukan. Namun, hal ini berhasil dilakukan oleh Jun Njan (dibaca yun nyan), restoran yang hidangan utama berupa makanan laut.

Jun Njan sendiri memiliki makna yang dalam. Jun dalam bahasa China berarti ‘selamanya’ dan Njan memiliki makna ‘sumber’. ''Jadi, apabila diartikan secara harfiah makna Jun Njan adalah tidak melupakan dari mana kita berasal,'' tukas Direktur Jun Njan Bobby Chandra saat ditemui di Jun Njan Grand Indonesia, Jakarta.

Bobby menjelaskan, restoran ini pertama kali dibuka pada 1956 oleh kakek dan neneknya Tjoe Foek Lin dan Wong Njan Tjhoei di Tanjung Priok, Jakarta Utara. ''Awalnya hanya kedai kecil,'' ujarnya.

Karena di zamannya rumah makan masih terbatas, kedai milik mereka pun jadi incaran para pemburu kuliner. ''Meski Chinese Food, namun rasanya sudah diakulturasi dengan lidah orang Indonesia, jadi banyak yang merasa cocok,'' katanya.

Karenanya sejumlah tokoh nasional dan pejabat kala itu sering menyantap hidangan di restoran ini, seperti Wakil Presiden Adam Malik, dan Ali Sadikin. Bahkan tokoh sekaliber Megawati Soekarnoputri sering berkunjung untuk menyantap makanan di Jun Njan.

Bertahan hingga 1977 di Tanjung Priok, kedai Jun Njan pindah ke Batu Ceper, Gajah Mada yang masih dapat dikunjungi hingga sekarang. Selain itu, mereka juga membuka cabang di mal-mal Jakarta, Bandung dan Surabaya, totalnya ada 12 saat ini. ''Saat ini semua masih kami kelola sendiri,'' imbuhnya.

Bobby menuturkan, ekspansi yang dilakukan pengelola untuk memasuki pusat pembelanjaan dirasa tepat untuk memperkenalkan nama Jun Njan menjadi lebih besar lagi. “Banyak dari para pengunjung mal yang mengingat masa-masa terdahulu ketika mengunjungi Jun Njan. Mereka bernostalgia,'' katanya.

Bobby mengungkapkan, restoran dengan andalan hidangan laut ini memiliki sejumlah pelanggan loyal. Hal ini karena mereka mempertahankan rasa asli masakannya. Bumbu dan racikan khas ala Jun Njan yang didapat dari resep keluarga turun menurun menjadi daya tarik mengapa restoran ini menjadi tujuan para pengunjung. 

Ada beberapa hidangan legendaris restoran bergaya oriental ini yang masih dipertahankan karena memang paling banyak dicari pelanggan. Salah satunya adalah Udang Rebus Saus Jun Njan. Udang yang dipakai adalah udang api yang memiliki rasa lebih manis. Bobby mengklaim hidangan udang api rebus ini hanya bisa dinikmati di Jun Njan.

Udang rebus ini sangat cocok dinikmati dengan saus Jun Njan yang dibuat khusus. Saking khasnya saus Jun Njan ini, ada sejumlah pengunjung yang memesan khusus untuk dibawa pulang. ''Kami menjamin udang api yang kami pakai dalam kondisi segar. Supplier selalu mengantar setiap pagi untuk menjamin rasa manisnya,'' ujarnya.

Ada pula cumi Jun Njan yang diolah menggunakan bumbu racikan khas. Penggunaan api yang tepat membuat cumi terasa kenyal saat dikunyah. Untuk menu ini, Jun Njan hanya menggunakan bagian badannya.

Coba juga Ayam Kampung Rebus, yang disandingkan dengan saus kecap terdiri dari racikan bumbu yang gurih. Hidangan ini cocok dimakan bersama nasi. Generasi muda, lebih sering memesan Ayam Goreng Mentega Jun Njan juga dapat dijadikan pilihan. Dibalut goreng tepung yang renyah yang membungkus daging ayam lembut merupakan perpaduan sempurna yang siap menggoyang lidah. 

Hidangan andalan berikutnya adalah Kepiting Saus Tiram. Kepiting Jun Njan juga dipilih yang beratnya pas. Ada jenis kepiting bercangkang keras, namun ada juga pilihan kepiting cangkang lunak.

Bagi penyuka sayuran ada Kailan saus Jun Njan dan Sapo Tahu Seafood. Sebagai penutup, cobalah minuman manis yang segar, misalnya Ice Fruitty Cream. Ini semacam es serut yang di bawahnya terdapat irisan buah dengan rasa manis yang pas. Menu disini dijual dengan harga mulai dari Rp. 50 ribu hingga 150 ribu.

Karena hidangannya terbilang besar, bersantap di Jun Njan lebih seru jika bersama teman atau keluarga. (dew)

 

 

 

 

 

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%