Dumolid Bukan Solusi Depresi

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 14:04
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
DEPRESI: Pengguna Dumolid memilih mengonsumsi pil penenang antidepresan tersebut untuk mengatasi kecemasan, gelisah, dan susah tidur yang dialaminya.

INDOPOS.CO.ID - PROFESI artis sangat rentan terhadap sejumlah gangguan psikis. Mulai dari gangguan kecemasan, gelisah, hingga sulit tidur atau insomnia. Tuntutan untuk selalu tampil prima dan gaya hidup yang serba glamour, membuat para pesohor layar kaca menggunakan beragam cara.

Lebih parah lagi mungkin bisa mengalami depresi. Kesepian dan merasa sedih setiap malam. Karena itu, lagi-lagi artis selalu terjerat narkoba. Tujuannya jelas, ingin mengatasi rasa depresi secara instan. Padahal yang mereka rasakan hanya ketenangan semu.

Baru-baru ini artis Tora Sudiro harus merasakan berada dalam kurung tahanan kepolisian setelah kedapatan mengonsumsi pil penenang antidepresan, Dumolid. ”Artis Tora Sudiro gunakan Dumolid, itu pil penenang antidepresan untuk mengatasi kecemasan, gelisah, dan susah tidur,” kata Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Mahdi Jufri, kepada JawaPos.com (grup Indopos), belum lama ini.

Mahdi menjelaskan apapun jenisnya, obat penenang akan memberikan efek dampak buruk bagi penggunanya. Apalagi jika digunakan dalam jangka panjang. Dalam kasus Tora Sudiro, betulkah dia begitu depresi sampai harus mengonsumsi obat-obatan? Sebab selain Tora, belakangan semakin banyak artis dalam jeda waktu sepekan saja tertangkap polisi. Apakah artis memang rentan menggunakan obat-obatan terlarang karena tuntutan profesi dan kehidupannya?

”Kalau harus mengikuti depresi sih ya, atau stres, bukan hanya artis. Wartawan juga stres tiap hari dikejar target, saya juga sebagai dekan stres juga. Itu tinggal bagaimana kita bisa memanaj diri. Karena apapun tekanannya, obat penenang tidak baik,” ungkap Mahdi.

Obat-obatan Dumolid adalah golongan obat penenang yang nama generiknya nitrazepam. Dumolid termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin. Memang obat penenang itu sudah lama disalahgunakan oleh anak muda sejak lama.

Namun semakin ditinggalkan seiring berkembangnya zaman dan tren obat-obatan lainnya. ”Yang namanya psikotropika, efeknya pasti kecanduan. Yang dirasakan tenang, enak, dan bisa ngefly. Namun itu hanya semu yang makin lama makin kecanduan. Karena merusak susunan saraf pusat. Sehingga berbahaya jika tak ada resep dokter,” jelasnya.

Artis Tora Sudiro diduga sudah satu tahun menggunakan pil obat penenang jenis Dumolid. Saat ditangkap bersama istrinya, Mieke Amalia, Tora juga diduga menyimpan 30 butir di rumahnya. Menurut para ahli, obat itu menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan dan tergolong jenis psikotropika yang banyak disalahgunakan.

Mahdi Jufri menjelaskan, Dumolid sudah dikenal sejak lama, yakni di era tahun 1960an. Ketika itu, obat ini menjadi primadona di kalangan anak-anak muda. Seperti halnya narkoba, pengguna merasakan kenikmatan alias ngefly. ”Tapi seiring zaman, obat-obatan itu semakin ditinggalkan, karena banyak jenis psikotropika yang baru,” jelas Mahdi.

Mahdi menjelaskan, segala apapun jenis piskotropika pasti diawasi ketat oleh pemerintah. Karena itu, penggunaannya harus dengan resep  dokter. Mahdi membandingkan dengan obat-obatan lainnya yang mirip dengan Dumolid. ”Dulu juga ada Valium, itu juga obat antikecemasan namun efeknya lebih ringan, lebih rendah. Kalau Dumolid sangat keras, dosisnya 
enggak sembarangan,” ungkap Mahdi.

Mahdi juga membandingkan dengan pil-pil golongan psikotropika lainnya. Jika tak ada resep dokter, maka penggunanya pasti membeli dari pasar gelap (black market). ”Tahu pil koplo kan? Atau pil BK? Nah itu, mirip Dumolid itu. Pemberian Dumolid dosisnya diberikan sesuai tingkat keparahan pasien, karena punya sifat kecanduan,” paparnya. (ika/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%