Simak, Ini Pencegahan dan Penanganan Kanker Serviks

Minggu, 13 Agustus 2017 | 11:42
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
dokter spesialis Obgyn Siloam Hospitals, Lippo Karawaci, Dyana Safitri Velies, pada seminar dan penyuluhan Kanker Serviks, yang digagas Rumah Sakit Siloam Lippo Village Karawaci di Tangerang, Sabtu (12/8).

INDOPOS.CO.ID - Pengetahuan dan edukasi tentang bahaya kanker serviks dan juga paradigma salah yang beredar di masyarakat, bahwa kanker serviks hanya terjadi pada wanita usia lanjut. Sehingga kebanyakan wanita yang datang ke dokter sudah menderita kanker serviks masuk stadium lanjut.

Kanker serviks terjadi pada wanita dengan segala usia. Untuk itu pemeriksaan pap smear perlu dilakukan sejak awal. Human papilloma virus  (HPV) merupakan virus pencetus kanker serviks. 

“Sekitar 70 sampai 75 persen, mereka yang aktif secara seksual berpotensi tinggi meningkatkan kankers serviks,” kata dokter spesialis Obgyn Siloam Hospitals, Lippo Karawaci, Dyana Safitri Velies, pada seminar dan penyuluhan Kanker Serviks, yang digagas Rumah Sakit Siloam Lippo Village Karawaci di Tangerang, Sabtu (12/8). 

Guna pencegahan dan penanganan, dr. Dyana mengingatkan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan. "Ada Iva, pap smear dan terbaru ini ada HPV DNA. Deteksi dini ini juga bisa dilakukan mulai dari puskesmas, jadi masih sangat terjangkau untuk tetap sehat," imbuh dr. Dyana.

Dalam seminar dan penyuluhan yang mengetengahkan tema "Merdeka dari Kanker Serviks" ini, dr. Dyana mengungkapkan bahwa tak lebih dari 10 pasien baru datang untuk berkonsultasi di RS Siloam Lippo Village Karawaci, terkait kesehatan mulut rahim setiap bulannya. Sementara sisanya datang setelah terinveksi pada stadium 3 ke atas.

"Karena tidak melakukan deteksi dini, lumayan banyak pasien datang dalam keadaan stadium lanjut," ujar dia.

Pencegahan dan Penanganan pada Kanker Serviks

Pada Seminar dan penyuluhan yang diinisiasi Rumah Sakit Siloam Lippo Village Karawaci di Tangerang, guna menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke - 72 ini sekaligus mengingatkan kembali akan pentingnya deteksi dini akan pencegahan Kanker Serviks bagi wanita di seluruh Indonesia, dr. Dyana mengatakan, pemeriksaan pap smear dilakukan secara berkala atau rutin. 

Menurut dr. Dyanan, ada dua waktu yang baik untuk melakukan tes pap smear. Yakni dua kali, saat perempuan  berusia dibawah  14 tahun dengan rentang waktu 6 dan 12 bulan,  dan tiga kali pap smear bagi mereka  diatas usai 14 tahun  dengan rentang waktu 0-2-6, yakni saat pertama kali, dua bulan kemudian dan 6 bulan kemudian.

“Di RSU Siloam, dalam satu bulan tidak sampai 10 wanita yang ingin melakukan deteksi dini dengan melakukan pap smear,“ ujar Dyana.

Perlu diketahui, inveksi pada kanker rahim membutuhkan rentang waktu antara 20-30 tahun. Adapun upaya pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain jangan berhubungan seksual saat remaja, setia pada satu pasangan, gunakan pelindung dan terapkan pola hidup sehat.

Berikut macam upaya pencegahan. Seperti  pencegahan primer dengan vaksin HVP untuk kekebalan tubuh atau mengkonsumsi tablet khusus. Pencegahan sekunder bagi yang terinveksi dengan pemeriksaan DNA HVP dan papsmear. Kemudian Pengobatan tersier bagi yang sudah terkena kanker seperti operasi, radiasi, kemoterapi dan kemo-radiasi.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” tutup Dyana mengutip salah satu ungkapan yang sangat jitu hingga kini. (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%