Kata Mamah Dedeh, Ini Tips agar Tetap Sehat Selama Jalankan Ibadah Haji

Senin, 28 Agustus 2017 | 23:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
NASIHAT: Mamah Dedeh di depan booth Larutan Cap Kaki Tiga di Embarkasi Bekasi. Foto: dewi maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID- Menurut laporan Presidency of Meteorology and Environment (PME), telah terjadi peningkatan suhu ekstrim di sejumlah wilayah Arab Saudi hingga mencapai 50 derajat Celcius, terutama di provinsi bagian timur. Kondisi ini disebutkan bakal berlangsung selama musim haji yaitu Agustus hingga Oktober. Suhu tinggi dipengaruhi oleh tekanan musiman di India yang diikuti oleh udara kering dan panas.

Kondisi ini akan berimbas pada cuaca di seluruh wilayah Arab Saudi, termasuk Madinah, Mekkah, Riyadh dan Qassim yang diperkirakan akan mengalami angin kencang disertai debu pasir halus. Keadaan ini tentu tidak menguntungkan bagi para tamu Allah, terutama terkait masalah kesehatan.

Untuk itu, Mamah Dedeh berpesan agar para jamaah mempersiapkan diri dengan lebih seksama untuk menghadapi persoalan ini. ''Yang pasti fisik dan mental harus prima karena kondisi di sana pasti panas. Tapi saya yakin para jamaah sudah mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari ini karena niatnya semata-mata beribadah karena panggilan Allah,'' kata Mamah Dedeh, yang juga brand ambassador Larutan Cap Kaki Tiga, di Asrama Haji Embarkasi Bekasi.

Berdasarkan pengalamannya, ujar dia, akibat cuaca panas dan kelembapan yang rendah, kebanyakan jamaah mengalami sakit dan kelelahan. Gangguan kesehatan yang paling sering diderita jamaah adalah flu dan panas dalam, yaitu sekitar 98 persen. ''Cuma unta dan tiang listrik yang nggak kena flu di Arab,'' candanya.

Apalagi, lanjut Mamah Dedeh, prosesi ibadah haji yang mempertemukan banyak orang dari seluruh dunia, terutama saat beribadah di masjid, membuat virus mudah menular. Untuk mengatasi hal ini, Mamah Dedeh menganjurkan agar kemana pun jemaah haji pergi sebaiknya selalu membawa payung, botol minum, masker dan semprotan air. Bila diluar ruangan, minum air minimal satu gelas setiap jam dan semprot wajah setiap 30 menit.

''Memang kalau di dalam dan di seputar Masjid Nabawi setiap lima meter ada keran air zam-zam yang siap diminum, tetapi jaga-jaga tetap bawa botol air minum sendiri biar nggak kehausan dan jadi panas dalam,'' imbuhnya.

Yang juga tak kalah penting, kata dia, bawa obat-obatan pribadi secukupnya agar ketika dibutuhkan bisa segera diminum. Banyak terjadi, karena kepanasan, penyakit bawaan jamaah dapat kambuh saat beribadah haji. ''Jangan tergantung dengan petugas karena bisa jadi mereka tidak punya obat yang biasa dikonsumsi jamaah sehari-hari, apalagi persediaannya juga pasti terbatas,'' katanya.

Mamah Dedeh menyebutkan bahwa Larutan Cap Kaki Tiga bisa menjadi solusi para jamaah haji untuk mencegah dan mengatasi panas dalam akibat cuaca terik di Tanah Suci, dan biasakan minum Larutan Cap kaki Tiga  sebelum beribadah haji, karena Larutan Cap Kaki Tiga dapat membantu menjaga suhu tubuh agar stabil sehingga membentuk stamina tubuh yang baik untuk menghadapi kondisi di Tanah Suci. (dew)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%