Siapkan Dosen Praktisi di Bidang Industri

Rabu, 30 Agustus 2017 | 18:19
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
OPTIMIS: ki-ka Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi, Ketua Yayasan Pendidikan Inti Prima Bangsa Sudino Lim, dan Rektor Pradita Institute Eko Indrajit saat memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan di Pradita Institute, Kampus Gading Serpong Senin (28/8). Foto : IWAN TRI WAHYUDI/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Berdiri sebagai perusahaan properti terkemuka sejak tahun 1975, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) memiliki pengalaman panjang dalam membangun kawasan kota di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung dan Karawang. Setelag 42 tahun sukses membangun bisnis properti, pihaknya ingin lebih berkontribusi bagi bangsa lewat dunia pendidikan.

Pihaknya memprakarsai berdirinya Pradita Institute. ”Berdirinya Pradita Institute menjadi salah satu upaya kami dalam mewujudkan visi perusahaan yaitu memenuhi tanggung jawab sosial. Sekaligus juga ingin mengembangkan sumber daya manusia yang berkulitas tinggi,” jelas Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi kepada wartawan di Kampus Serpong, Tangerang Selatan, Senin (28/8).

Melalui Pradita Institute, pihaknya ingin membagikan pengalaman 42 tahun mengelola bisnis properti kepada dunia pendidikan. Dengan tagline ”Develop Nation’s Potential” pihaknya akan turut memberikan kontribusi membangun talenta bangsa agar menghasilkan profesional dan entrepreneur muda yang siap bekerja, berkarya, serta bernilai tinggi.

”Dengan latar belakang korporasi bisnis yang solid dibawah bendera Summarecon, Pradita Institute merancang konsep pendidikan yang menggabungkan loso perguruan tinggi yang teoritis dan sistematis dengan pendekatan korporasi bisnis yang praktis dan pragmatis,” beber Rektor Pradita Institute Eko Indrajit.

Konsep pendidikan yang unik ini didukung pula oleh komposisi tenaga pengajar yang berpengalaman dan berkualitas. Mengkombinasikan akademisi profesional dengan praktisi aktif.

”Kami juga menghadirkan sistem pembelajaran yang dirancang mendekati kondisi kerja yang akan dihadapi oleh mahasiswa. Sehingga setiap case study, materi pembelajaran, hingga simulasi kerja akan banyak dilakukan langsung di lapangan dengan pendampingan dosen akademisi maupun praktisi,” tutur Eko.

Dengan formulasi program ini, mahasiswa dan mahasiswinya sudah bisa memiliki akses langsung ke dunia kerja dan industri sejak di semester awal perkuliahan. ”Kami berharap bisa tidak hanya melahirkan fresh graduate, tapi experienced graduate yang siap berkontribusi di masyarakat,” pungkasnya. (asf)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%