Hobi Burung Berkicau

Hafal Umur Ideal Indukan Kawin dan Cara Rangsang Berahi

Rabu, 30 Agustus 2017 | 21:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Pudianto alias Ciput saat memberi jatah makan indukan murai di kandang belakang rumahnya. (Icuk Pramono/Radar Madiun)

INDOPOS.CO.ID - Hobi semasa kecil mengantarkan Pudianto sebagai penangkar burung andal. Dia dikenal bertangan dingin menernak cusak rowo dan murai. Indukan bagus  yang sering menang lomba lumrahnya memiliki anakan berkualitas juga. Banyak kicau mania yang memaksa ingin menebus indukan. 

DENI KURNIAWAN, Madiun

RUMAH di Jalan Singosari, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, itu riuh dengan kicauan burung. Belasan sangkar menggantung di halaman. 

Tuan rumah bersiul dekat sangkar berisi tiga anakan murai. Jarinya dijentik-jentikkan ke arah burung dengan ekor lumayan panjang itu. 

‘’Baru berumur empat pekan,’’ kata Pudianto tentang piaraan barunya.

Pria 50 tahun itu mengaku sudah hobi memelihara burung sejak remaja. Dia masih ingat kali pertama memelihara cucak ijo. 

Pudianto telaten memberi makan, membersihkan sangkar, hingga memandikan peliharaannya. Dimanjakan kicauan tiap pagi, membuatnya keterusan menambah jumlah piaraan. 

‘’Sebelum berangkat sekolah, saya pasti bermain dulu dengan burung-burung itu,’’ kenangnya sembari tersenyum simpul. 

Pudianto sengaja menambah piaraan cucak rowo jantan yang akhirnya langganan juara lomba. Ayah dua anak itu memutuskan mencari betina untuk burung kesayangannya. 

Pudianto ingin beternak cucak rowo hingga rajin bertanya ke sesama pemelihara unggas bernama ilmiah pycnonotus zeylanicus itu. 

‘’Menangkar burung sejak 2005,’’ aku pria yang di kalangan kicau mania kerap disapa Ciput itu. 

Dia berpendapat jika indukan bagus, maka anakan burung yang lahir bakal berkualitas. Selain cucak rowo, Pudianto juga menernak murai lantaran harga anakannya menggiurkan. Senyumnya merekah setiap kali mendapati indukan burung bertelur dan mengeram. 

‘’Anakan dibiarkan bersama indukan selama satu minggu sebelum dipindah ke inkubator,’’ jelasnya. 

Pudianto rela menyuapi campuran kroto dan konsentrat demi kelangsungan anakan burung peliharaannya. Kebiasaan meloloh itu berlangsung dua minggu hingga anak burung mampu nangkring dan makan sendiri. 

Lantaran kesibukan beternak ini, Pudianto nekat berhenti dari karyawan salah satu toko emas. ‘’Saya tambah indukan cucak rowo dan mrai,’’ ungkapnya. 

Tak urung Pudianto dikenal sebagai penangkar burung andal. Sebab, burung piaraannya kerap menang lomba. Lantaran menahun beternak, dia hafal umur burung jantan dan betina yang siap kawin. Pun, cara mendongkrak berahi indukan. 

‘’Burung siap tangkar kalau betina sudah berumur satu tahun, jantannya satu setengah tahun,’’ jelasnya.

Pakan utama berupa jangkrik dan cacing diyakini mampu meningkatkan berahi indukan. Cukup diberi satu kali tiap hari dengan porsi yang cukup banyak. 

Pudianto juga menata sedemikian rupa kandang peternakan di halaman belakang rumahnya agar burung tidak gampang stres. 

‘’Kalau indukan jagoan sebenarnya tidak mudah stres. Kandang harus selalu dalam keadaan bersih,’’ tuturnya.

Pudianto selama ini memanfaatkan ajang perlombaan sebagai lahan promosi. Sebab, banyak kicau mania berkumpul. Pudianto sengaja membawa anakan cucak rowo dan murai yang selalu laris manis. 

‘’Belilah anakan yang lahir dari indukan bagus. Kualitas anakan tidak akan jauh dari kemampuan kicauan induknya,’’ pesan Pudianto.

Dia sempat risih dengan kenalannya yang terus merayu ingin menebus sepasang indukan. Tak urung, indukan cucak rowo kini tinggal sepasang. Sedangkan murai menyisakan enam pasang. Pudianto mengaku sengaja menyembunyikan induk cucak rowo yang tinggal sepasang itu. 

‘’Terakhir sepasang cucak rowo laku Rp 40 juta. Sudah saya kasih harga tinggi biar tidak dibeli, tapi tetap dibawa pulang juga,’’ terangnya.

Rumah Pudianto kerap dikungjungi kicau mania dari luar kota. Selama 12 tahun menangkar burung, nama Ciput sudah lumayan kondang hingga ke Bekasi, Semarang, Tangerang, dan Bali. 

Apalagi, dia belakangan mengembangbiakan burung jenis punglor kembang, lovebird, kenari, dan beragam merpati hias. 

‘’Kendala datang kalau induk tidak mau mengerami telur karena ada gangguan hewan lain, seperti tikus,’’ ucapnya. (mn/mg8/sib/JPR)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%