Mukhammad Sunardi, Anak Tukang Gali Kubur Peraih Beasiswa S3 Kobe University

Semangat Berjuang, Jangan Ada Dalam Diri Kita Sifat Rendah Diri

Rabu, 06 September 2017 | 17:55
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
MEMOTIVASI: Mukhammad Sunardi, peraih beasiswa S3 Kobe University memberikan motivasi pada siswa-siswi SMAN 1 Pegandon.

INDOPOS.CO.ID - Selalu semangat. Itulah yang tergambar pada Mukhammad Sunardi. Dalam prinsipnya, keterbatasan ekonomi orangtuanya tidak menghalanginya menggapai impian dan cita-cita. Itu sudah dibuktikan. Dengan prestasi yang selalu diraih dalam bidang akademik, membuatnya selalu mendapatkan beasiswa, baik di SD, SMP, SMA, hingga kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Bahkan kini melalui program kerja sama U to U (University to University), ia mampu meraih beasiswa S3 di Kobe University, Jepang. 

"Kita harus punya semangat berjuang. Jangan sampai dalam diri kita punya sifat rasa inferior (rendah diri), karena itu akan terbawa dalam alam sadar kita. Optimistis harus selalu kita tumbuhkan dalam diri, dan jangan lupa dibarengi dengan usaha dan doa pada Tuhan YME, serta restu dari orangtua," kata dia saat memberikan motivasi kepada siswa-siswi SMAN 1 Pegandon untuk bisa menggapai impian, Senin (4/9). Hadir pada kesempatan itu, Kepala Diskominfo Kendal Muryono, Kepala Seksi Media Masa M Fatkhurahman, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Imam Tajudin, dan Kepala SMAN 1 Pegandon Eustasia Christine Martati.

Saat ini ia bekerja di RUMAH SAKIT Bhayangkara Polda D.I. Jogjakarta sebagai dokter IGD. Dia juga bekerja sebagai asisten bidang publikasi ilmiah di bagian Bedah RSUP DR Sardjito. Selain itu, tiap periode ujian kelulusan dokter (UKMPPD), ia juga menjadi asisten pengajar untuk bimbingan persiapan menghadapi ujian kelulusan dokter bagi mahasiswa tahap profesi dokter yang telah menyelesaikan tahap profesi (koas).

Mukhamamad Sunardi merupakan anak ke-7 dari 8 bersaudara pasangan M. Jazuli dan Masrofah, warga Kacangan, RT1/RW1, Kersan, Tegorejo, Pegandon, Kendal, Jawa Tengah. Ayahanya, M Jazuli berprofesi sebagai penggali kubur dan ibunya, Masrofah, jualan intip dan krupuk di Pasar Tradisional Pegandon.

Sunardi mengungkapkan, setiap orang pasti mempunyai berbagai keinginan dalam hidupnya. Untuk mewujudkanya, perlu perencanaan yang matang. Keterbatasan secara ekonomi (finansial) tidak serta merta dapat membelenggu keinginanya. Untuk dapat mewujudkan keinginan atau cita-cita itu, lanjutnya, jangan takut untuk membukukannya dalam sebuah catatan harian. Meskipun apa yang akan menjadi keinginannya atau cita-citanya itu tidaklah realistis.

"Tulis apa yang jadi keinginan kita itu. Jangan takut apakah keinginan itu realistis atau tidak. Karena itu akan dapat membantu apa yang akan kita lakukan satu bulan ke depan. Kemudian, kita juga harus rajin cari informasi yang dapat mewujudkan keinginan atau cita-cita kita. Seperti saya punya cita-cita ingin belajar di kedokteran, maka saya cari universitas-universitas yang ada fakultas kedokteran dan menawarkan beasiswa. Saya brosing, UGM, UI, dan lainnya. Syukur, bisa dapat beasiswa di UGM," ungkap pria yang lulus sarjana kedokteran (S1) Fakultas Kedokteran UGM pada 2013 dan lulus koas dengan gelar dokter 2015.

Sunardi menyatakan, rencananya pada akhir September ini berangkat ke Jepang menjalani pendidikan beasiswa S3 di Kobe University. Beasiswanya itu diraihnya melalui program kerjasama U to U. Konsentrasi pendidikan beasiswa S3 yang diambilnya di Universitas Kobe adalah penelitian di bidang gen saluran pencernaan. "Di Jepang ada program beasiswa yang asalkan sudah penuhi skala dari SD hingga kuliah sudah total sudah 18 tahun itu bisa ambil program S3 langsung, tapi kalau kurang dari itu, maka harus S2 dulu. Kalau saya kan pas 18 tahun. Ada tawaran beasiswa itu di Jepang, saya langsung daftar dan syukur alhamdulillah diterima. Saya daftar beasiswa ini lewat jalur program kerja sama U to U. Saya apply beasiswanya, persyaratanya ikut beasiswa ini adalah melampirkan nilai terakhir dari kuliahnya. Kemudian diwawancara sama profesornya dan pihak sana yang menyeleksinya," terang dia, yang juga alumnus SMAN 1 Pegandon lulus tahun ajaran 2008/2009.

Sementara Kepala Diskominfo Muryono mengatakan, dengan kehadiran dokter Sunardi ini bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Kendal, karena sukses itu akumulasi dari pretasi, doa restu orangtua, dan daya  juang yang tinggi. Sosok Sunardi bisa sukses karena prestasi akademik dan non akademiknya bagus, selain itu prilakuknya positif. Hal lain kesuksesan Sunardi tersebut tidak lepas dari mimpi-mimpinya  yang disertai dengan ikhtiyar dan doa. (*/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%