Pemilihan Cabe dan Bahan Jadi Prioritas Sambal Bengis dan Murka

Rabu, 13 September 2017 | 15:07
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - MESKI berbeda tingkat kepedasan, namun ada satu kesamaan karakter antara Sambal Murka Jeng Wenny dan Sambal Bengis. Keduanya memiliki rasa khas cabai segar dan bahan baku pilihan. Selain itu, tak ada bau langu khas cabai yang terkadang menggangu cita rasa sambal bagi sebagian orang.

Dalam kesempatan kemarin, Dimas mau membagi beberapa hal yang menjadi kunci dari cita rasa kedua sambal tadi. Ia mengatakan, tentu saja kunci dari rasa adalah bahan baku.

Lantaran bahan baku sambal adalah cabai, Dimas dan istrinya betul-betul memilih cabai yang akan mereka pakai. Ada dua cara mereka mendapatkan si pedas. Yang pertama langsung dari petani kemudian dari pedagang di pasar. ”Kalau dari petani sudah pasti yang diberikan kepada kami adalah cabai yang baru dipetik,” ujarnya.

Sementara itu, kalau dari pedagang pasar tradisional dia sudah memiliki toko langganan yang juga memasok cabai yang benar-benar segar. Mengapa mesti segar, Dimas menerangkan, cabai yang yang benar-benar segar memiliki rasa yang khas. Ada sedikit rasa asam yang akan menjadi gurih setelah bertemu dengan bahan-bahan lainnya.

Selain itu, cabai yang segar tak menghasilkan aroma langu setelah diproses menjadi sambal. Hal lain yang membuat sang istri mementingkan cabai yang segar lantaran soal ketahanan sambal. Jika menggunakan cabai yang tak segar akan mempengaruhi lamanya sambal bisa bertahan. ”Apalagi kami tak menggunakan pengawet jadi mesti dipilih betul,” tuturnya.

Kunci lainnya adalah terasi. Bumbu dari fermentasi ikan atau udang yang dipakai untuk sambal bengis dan murka didatangkan langsung dari Pulau Madura. Untuk yang satu ini, Dimas sudah mencoba beberapa terasi dan ternyata paling cocok dengan sambal buatan istrinya adalah terasi Madura yang menghasilkan rasa yang gurih.

Nah, ada kunci terakhir adalah si pembuat sambal. Kunci terakhir sepertinya tak ada yang bisa menduplikat. Ia menceritakan, pernah ia dan istri kewalahan dengan pesanan pelanggan. Lantaran tak tertangani, ia meminta bantuan orang lain untuk mengulek sambal.

”Ternyata rasanya sangat berbeda dengan buatan istri saya,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, takaran bahan baku sama persis seperti buatan istrinya. Ini menandakan kuncinya bukan hanya bahan baku serta takaran, juga soal siapa yang membuat. (fch)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%