Nasi Goreng Merah Menggugah Rasa

Rabu, 27 September 2017 | 15:22
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Makanan tak mengenal ras, warna kulit, maupun asal usul. Selama nikmat dan halal, tentunya bakal diburu. Makanan khas kota Makassar salah satunya.

Kuliner ini sejak dulu sudah diakui kelezatannya. Mulai dari jajanan ringan, hingga makanan beratnya. Semua punya cita rasa khas yang bisa memanjakan selera perut dan lidah. Mau mencoba?

Tak perlu  jauh-jauh di kota Makassar.  Kuliner ini telah tersebar di penjuru nusantara. Di Jakarta banyak restoran yang menyajikan kuliner khas daeng. 

Bahkan Sumarecon Mall Bekasi menjadikan kuliner tersebut sebagai Festival Kuliner Bekasi (FKB) 2017. Beragam jajanan ringan, hingga makanan beratnya menjadi suguhan menarik selama sepekan.  

Dengan slogan ‘Nganreki Sanggenna Bassoro’ yang artinya ‘Yuk, Makan Sampai Kenyang!’ beragam kedai ikut ambil bagian dalam event yang digelar mulai dari 20 september hingga 15 Oktober itu. salah satunya Depot Karebosi.

Restoran ini menyediakan dua masakan peranakan yang di Makassar di sebut nona-nona. Keduanya adalah nasi goreng merah dan mi kering.

Nirwana, pemilik restoran yang buka di Food Garden, Jakarta Garden City, Cakung ini mengatakan, sebenarnya restoran miliknya adalah versi terbaru dari restoran Sop Konro Karebosi di Kelapa Gading yang buka sejak 90-an.

”Di sana hanya menjual konro, serta coto. Kemudian banyak permintaan untuk menyediakan hidangan nona-nona, akhirnya kami membuka di kawasan Cakung,” jelasnya.

Nirwana menuturkan, versi nona-nona yang dijualnya adalah versi halal. ”Jadi tak usah takut bagi umat muslim,” terangnya.

Nasi Goreng Merah

Nasi goreng ini bukannya dibuat dengan nasi merah, melainkan dari nasi putih seperti nasi goreng pada umumnya. Bedanya adalah warnanya yang merah mencolok. Warna ini dihasilkan saus tomat yang didatangkan langsung dari Makassar. Perempuan berjilbab ini mengatakan, saus tomat yang dipakai dibuat oleh satu produsen saus di sana.

”Harus yang diproduksi produsen itu. Kalau tidak rasanya akan beda,” tuturnya.

Selain rasa yang berbeda, warna yang dihasilkan pun berbeda pula. Agak susah memang mesti mendatangkan dari daerah asalnya. Bahkan sebelum FKB dimulai ia sempat kehabis saus.

”Mau enggak mau saya ambil sendiri ke kargo bandara. Kalau menunggu kurir waktunya memakan satu sampai dua hari.

Ada dua jenis nasi goreng merah. Versi original dan seafood. Yang kami cicipi adalah versi original, jadi isian nasi goreng menggunakan baso sapi,  daging ayam, dan ati ampela. Daging yang menjadi isian begitu royal. Kami menyarankan nasi goreng ini dimakan kala masih hangat. Karena masih cukup terasa aroma char kombinasi dari wajan baja dan pemasakan di atas api besar.

Suapan pertama menyalurkan nasi goreng hangat dengan bumbu yang kompleks akibat saus tomat ke mulut kami. Berbeda dengan nasi goreng di Pulau Jawa yang mayoritas menggunakan kecap manis, ada rasa asam manis yang tipis di hidangan tetsebut. Tekstur baso yang kenyal namun sarat daging membuatnya makin nikmat. Daging ayam yang diaduk bersama nasi menyerap bumbu dasar bak spons.

Mi Kering

Hidangan ini pada dasarnya adalah ifu mie versi Makassar. Proses pembuatannya pun relatif sama. Mi buatan tangan di goreng dalam minya mendidih kemudian disiram kuah kental gurih yang berisi sayuran dan daging ayam. 

 Perbedaan paling mendasar dari hidangan ini adalah mi yang tak sebesar ifu mie. Bahkan, untuk mendapat mi yang diinginkan Nirwana rela mendatangi pabrik mi dan membawa contoh.

”Agar pembuat mi bisa mengetahui konsistensi seperti apa yang kami mau. Mulai dari ukuran hingga tekstur,” ucapnya.

Saatnya icip-icip. Lantaran ukuran mi yang lebih tipis membuatnya lebih mudah patah. Namun di situlah keunikannya. Biasanya, ritual memakan mi ini mesti dimulai dengan memberikan perasan jeruk nipis di atasnya. Karena kami ingin mencoba rasa aslinya, pada suapan pertama tak kami lakukan. Rasa kuah mi kering lebih berbumbu dibanding ifu mie yang lebih soft. Apalagi adanya campuran acar cabai yang membuat Anda yang kurang suka pedas mesti berhati-hati.

Baru kemudian kami memberikan perasan jeruk nipis. Nah, kali ini rasanya jadi lebih segar karena asam dari nipis. Keduanya sama-sama enak. Tergantung pilihan Anda lebih suka yang mana. Tanpa jeruk yang memberikan rasa asli yang kuat atau dengan perasan jeruk nipis yang rasanya lebih lembut dan segar? Kami kembalikan ke selera Anda. (fch)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%