Begini Cara Mencegah Panas Dalam di Musim Pancaroba

Senin, 02 Oktober 2017 | 22:39
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI. Foto: nationalgeographic

INDOPOS.CO.ID-Saat ini, kita sudah mulai memasuki musim hujan setelah sebelumnya mengalami musim kemarau.  Dianatar pergantian musim itu, atau yang lebih dikenal dengan musim pancaroba, umumnya terjadi peningkatan kunjungan ke rumah sakit, dengan keluhan pasien adalah batuk pilek dan sedikit demam. 

Gejala ini, seperti dijelaskan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid, dari Rumah Sakit Carolus Jakarta, disebut flu musiman atau seasonal influenza. Gejala utama influenza musiman yang paling sering adalah batuk, pilek, dan rasa panas di tubuh meskipun kadang tidak disertai kenaikan suhu tubuh.

Tenggorokan juga terasa kering dan sakit untuk menelan. ''Inilah yang oleh masyarakat disebut panas dalam,'' kata dr. Aswin dalam acara diskusi bertajuk Cegah Panas Dalam di Musim Pancaroba yang diselenggarakan oleh Larutan Cap Kaki Tiga pada hari Senin (2/10).

Mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah rentan mengalaminya, termasuk anak-anak, lansia dan penderita penyakit kronis seperti diabetes, pasien paska operasi, atau yang memiliki polamakan buruk dan jarang berolahraga. 

Kumpulan gejala panas dalam, dalam istilah medis disebut syndrome, dapat terjadi karena perubahan cuaca ekstrem sehingga menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Ada faktor yang berperan dalam menghadirkan gejala panas dalam, yaitu faktor eksternal seperti virus dan lingkungan, serta  faktor internal berupa daya tahan tubuh. 

Perubahan cuaca juga mengubah tekanan udara, suhu dan komposisi udara, menyebabkan kuman dan virus di lingkungan semakin berkembang. Bagi penderita alergi, meningkatnya serbuk sari dan debu di udara dapat memicu gejala alergi yang memperberat flu dan panas dalam. 

Panas dalam dapat sembuh tanpa pengobatan, degan dibantu asupan cairan yang cukup. ''Sebab cairan sangat penting untuk mengembalikan suhu tubuh kembali ke normal. Hidrasi yang baik akan melancarkan mekanisme dan metabolisme di dalam tubuh, termasuk meningkatkan imunitas tubuh,'' tukasnya.

Untuk mencegah terkena gejala panas dalam, penting untuk dilakukan pencegahan terutama di masa pancaroba. Pencegahan dilakukan dengan mempersiapkan diri terhadap perubahan cuaca yang sangat ektrem, seperti memakai baju lebih tebal saat hujan, tidak banyak keluar rumah saat cuaca tidak bersahabat, makan dan minum lebih sering dan lebih banyak, serta banyak minum  minuman yang mengandung banyak mineral. Selain itu, pencegahan yang tidak kalah penting adalah berolahraga dan melakukan vaksinasi influenza.

Sementara itu menurut Yuna Eka Kristina, Senior PR Manager PT Kino Indonesia Tbk, Larutan Cap Kaki Tiga dapat menjadi solusi untuk mencegah panas dalam di musim pancaroba, yang sudah terbukti selama puluhan tahun. Dalam setiap kemasan Larutan Cap Kaki Tiga terdapat kandungan Gypsum Fibrosum yang berfungsi mendinginkan tubuh, dan mineral Calcitum yang larut dalam air.

''Kedua mineral alami ini sudah digunakan secara turun temurun oleh orang Tiongkok setiap kali panas dalam. Dan saat ini kedua mineral ini sudah dikemas secara modern dalam Larutan Cap Kaki Tiga yang dapat dikonsumsi seluruh anggota keluarga,'' imbuhnya.

Dr Aswin menambahkan, mineral dan vitamin merupakan kebutuhan mikronutrien tubuh, keduanya berfungsi sebagai katalisator dan profaktor berbagai reaksi kimia dan metabolisme  dalam tubuh, termasuk fungsi kekebalan tubuh.

''Kalau kebutuhan mineral dan vitamin kita tercukupi, maka daya tahan tubuh meningkat dan kita dapat terhindar dari berbagai penyakit di musim pancaroba yang ekstrem ini. Memang di dalam air putih biasa juga sudah mengandung mineral, tetapi akan lebih baik jika ditambahkan lagi dengan mineral tambahan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan alami, seperti mineral dalam Larutan Cap Kaki Tiga,'' tandasnya.

Dr. Aswin juga menegaskan, Larutan Cap Kaki Tiga dapat dikonsumsi setiap hari, karena tidak ada istilah overdosis untuk konsumsi cairan yang menyehatkan. Kebutuhan cairan orang sehat sekitar 2 liter sehari atau 8 gelas (250 ml) dalam sehari. ''Kelebihan cairan tidak dikenal kecuali untuk pasien gagal ginjal dan gagal jantung. Hanya dua pasien ini yang asupan cairannya perlu dibatasi,''  pungkasnya. (dew)

 

 

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%