Usia Harapan Hidup Indonesia Terus Membaik

Selasa, 03 Oktober 2017 | 10:00
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Usia harapan hidup bagi sebagian besar orang Indonesia terus membaik, namun sejumlah penyakit termasuk penyakit jantung, stroke dan diabetes masih menjadi penyebab tingginya angka kematian dini di Indonesia. 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Dr. Soewarta Kosen, Komisi Penelitian Ilmiah menerangkan, secara global selama satu dasawarsa terakhir setiap negara telah mampu menyelamatkan nyawa penduduknya lebih banyak, utamanya anak-anak Balita.

Tetapi masalah yang selalu tetap saja muncul seperti obesitas, situasi konflik dan kesehatan mental, menjadi 'tiga serangkai masalah kesehatan' yang mencegah siapapun untuk hidup sehat lebih lama, demikian menurut hasil studi ilmiah terbaru.

''Indonesia telah mencatat kemajuan besar selama 25 tahun terakhir. Indonesia telah berhasil meningkatkan usia harapan hidup, dan menurunkan beban kesehatan dari masalah penyakit TBC, neonatal pada kelahiran premature, serta penyakit-penyakit diare. Namun demikian, peningkatan beban dari penyakit-penyakit mematikan dan dapat dicegah seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes patut tetap diperhatikan. Memerangi penyakit-penyakit ini membutuhkan komitmen, fokus dan investasi,'' kata ahli yang terlibat dalam pembuatan Studi Global Burden of Disease ini. 

Studi Global Burden of Disease (Studi Beban Penyakit) tahunan untuk tahun ini terdiri dari lima makalah yang juga diterbitkan secara bersamaan pada hari ini dalam The Lancet, sebuah jurnal medika internasional. Kelima laporan tersebut menampilkan analisa yang mendalam mengenai usia harapan hidup dan angka kematian, penyebab kematian, studi beban penyakit secara keseluruhan, usia hidup dalam disabilitas, serta faktor-faktor resiko yang menyebabkan masalah kesehatan. Temuan penting seputar kondisi kesehatan di Indonesia, antara lain

Seorang pria Indonesia yang lahir di tahun 2016 memiliki kesempatan untuk hidup hingga ia berusia 69,8 tahun, lebih lama 2,4 tahun dibandingkan pada satu dekade lalu. Sedangkan seorang wanita akan dapat hidup hingga ia berusia 73,6 tahun, yang berarti lebih lama 3,4 tahun, dibandingkan pada tahun 2006. 

Namun demikian, berbagai penyakit dan cedera dapat mengurangi usia harapan hidup sehat. Seorang pria yang lahir di tahun 2016, hanya akan dapat hidup hingga sekitar 61,8 tahun dalam keadaan sehat, dan seorang wanita hingga 64,2 tahun. Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan Australia dalam hal usia harapan hidup sehat. 

Lima penyebab utama kematian dini di Indonesia antara lain penyakit jantung iskemik, stroke, TBC, diabetes, dan neonatal pada kelahiran prematur. Rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit pun bervariasi. ''Nyeri pinggang, migren, hilangnya pendengaran merupakan penyebab utama yang membuat orang Indonesia hidup dalam disabilitas/ keterbatasan kesehatan,'' tukasnya.

Lebih jauh lagi, di tahun 2016, untuk pertamakalinya dalam sejarah, tercatat kurang dari 5 juta anak Balita meninggal dunia dalam satu tahun, dibandingkan pada tahun 1990, di mana tercatat sebanyak 11 juta anak. 

Para peneliti menganggap peningkatan kondisi kesehatan secara global ini berhubungan dengan semakin membaiknya tingkat pendidikan para ibu, peningkatan pendapatan per kapita, menurunnya tingkat kesuburan, semakin membaiknya program-program pemberian vaksinasi, penyebaran kelambu berinsektisida, peningkatan kebersihan air dan sanitasi, serta sejumlah program kesehatan yang didanai oleh para pemberi dana yang ditujukan untuk peningkatan dan perbaikan kesehatan.

''Kematian merupakan motivator yang sangat kuat, baik bagi perorangan maupun pemerintah setiap negara, untuk segera menangani penyakit-penyakit yang telah membunuh kita dengan angka kematian yang sangat tinggi,'' tambah Dr. Christopher Murray, Director of the Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington. 

Tetapi, lanjutnya, kita juga masih perlu tambahan motivasi untuk menangani dan mengatasi masalah-masalah yang menyebabkan timbulnya penyakit. ‘Tiga serangkai’ – obesitas, konflik dan kesehatan mental, termasuk penyalahgunaan obat –  merupakan kendala utama yang mengancam gaya hidup sehat dan aktif. (dew)

 

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%