Baca Baik-Baik, Jangan Asal Konsumsi Antibiotik

Kamis, 12 Oktober 2017 | 08:39
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID—Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Obat ini harus dikonsumsi dengan resep dokter. Jika salah dalam penggunaannya, bukan membunuh bakteri yang menyerang pasien. Namun dapat menyebabkan bakteri mengebal atau resisten terhadap antibiotik.

”Inilah salah satu kekeliruan pemakaian antibiotik di kalangan masyarakat,” ucap Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PIT PAMKI), A Aziz Djamal,  kepada sejumlah wartawan di Padang, Sumatera Barat, Rabu (11/10) seperti diberitakan Padang Ekspres (INDOPOS GROUP).

Ia menyebutkan, penyakit akibat infeksi harus ditangani secara khusus. Penderita akan dilakukan pengecekan pada bagian yang sakit. Kemudian disesuaikan dengan antibiotik apa yang cocok untuk mengobatinya. Kebanyakan masyarakat, tak pernah bersabar dengan kondisi tersebut. Tiga hari setelah pemberian obat tak sembuh, mereka mengira obatnya tidak bekerja.

”Bagi dokter spesialis mikrobiologi, tiga hari itu adalah proses penentuan jenis antibiotik apa yang akan diberikan kepada pasien untuk penyembuhan,” jelasnya.

Salah satu penyalahgunaan antibiotik yang salah pada penderita demam. Banyak kasus ditemui, pada seseorang yang awalnya hanya menderita demam biasa. Namun, karena terlanjur mengonsumsi antibiotik, bakteri yang merupakan flora normal pada tubuh pasien sudah terkebalkan oleh antibiotik tersebut.

Selain itu, rumah sakit menjadi salah satu tempat sumber bakteri yang kerap berkontak dengan bermacam-macam antibiotik. Sehingga, pola resistensi atau kekebalannya lebih luas, dan butuh kebijakan khusus dalam mengatasinya. Tak jarang, ditemukan bakteri yang sudah tergolong resisten terhadap multi obat atau multi drug resistant (MDR).

“Penderita yang terinfeksi bakteri akan menularkannya melalui urine. Selanjutnya, aliran urine tersebut akan bercampur dan berkontak langsung dengan antibiotik. Itulah yang menyebabkan kekebalan pada bakteri. Biasanya, bakteri di rumah sakit ini akan mudah menular kepada pasien,” ungkapnya.

Saat pasien terinduksi bakteri yang ditularkan dari rumah sakit,  biasanya ditandai dengan demam setelah tiga hari pasien menginap di rumah sakit tersebut. “Berarti ada komplikasi dan tak jarang menimbulkan kematian. Seperti bayi yang terinduksi bakteri ditularkan dari rumah sakit,” jelasnya.

Tak mudah memang, membasmi bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik. Kondisi tersebut, bisa diantisipasi dengan cara disesuaikan dosisnya.  Minum obat secara teratur,  serta kecocokan antibiotik pada penderita.

”Kebiasaan buruk masyarakat,  tidak meminum obat sampai habis. Kemudian tak mau memeriksakan diri ke dokter,  dan mengonsumsi obat sembarangan,” ucapnya. (cr25/JPG).

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%