Rajut Persatuan dan Kebhinnekaan dalam Nyanyian Indonesia

Kamis, 19 Oktober 2017 | 08:15
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
GALI POTENSI: Yayasan Cipta Asa Nusantara, bakal menggelar pertunjukan ‘Nyanyian Indonesia’ pada Selasa, 24 Oktober 2017. Foto: Deri Akhirianto/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Upaya merajut dan merawat persatuan dan kebhinnekaan terus dilakukan seluruh elemen masyarakat. Serta dapat pula dilakukan melalui seni dan budaya. Hal itu seperti yang dilakukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Bekerjasama dengan Yayasan Cipta Asa Nusantara, bakal menggelar  pertunjukan  ‘Nyanyian Indonesia’  pada Selasa, 24 Oktober 2017, pukul 12.30 - 17.50 WIB di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul City – Bogor.  Acara tersebut juga didukung sejumlah musisi, Cipta Olah Persada (COP) sebagai penggerak dan pelatih nyanyi serta tarian budaya Indonesia dan stakeholder lainnya.

"Indonesia  masyarakatnya sangat majemuk. Dari adat istiadat, bahasa dan budaya. Partai juga majemuk. Bagaimana ini bisa bersatu, itu karena sengaja diusahakan. Untuk merawat persatuan. Yang paling monumental adalah, Sumpah Pemuda," ujar Yudi Latief, Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), di kantornya Kamis (19/10).

Pria yang juga Anggota Dewan Pendiri Nurcholish Madjid Society tersebut  mengajak untuk menghargai dan  menghormati keanekaragaman budaya Indonesia.

"Dengan 1.340 suku dan 564 bahasa yang kita punya sebagai orang Indonesia, kita haru mau secara langsung ikut memelihara, melestarikan, dan mengembangkan tradisi dan budaya yang ada di masyarakat kita sendiri, apapun bentuknya. Tapi, bagaimana kita bisa melestarikan dan mengembangkannya kalau tidak memulainya dengan memahami latar belakang dari keanekaragaman seni budaya kita itu," jelas Yudi.

Ia menambahkan,  pergelaran ini dirancang sejak awal ini untuk generasi muda agar mau mempelajari seni dan budaya Indonesia dengan cara menjadi pelaku seni dan  pelaku  budaya secara langsung. Melalui gerakan tersebut,  generasi muda diharapkan dapat merasakan getar nurani dari  seni budaya dari berbagai suku di Tanah Air. 

"Kesulitan yang didapat dari mempelajari karya seni akan menimbulkan ketekunan dan kesabaran. Hingga dapat tercapai dirinya menjadi untuk menjadi pelaku seni dan pelaku budaya secara alamiah," jelasnya.

Pun, begitu dengan bendera kebangsaan merah putih sebagai lambang identitas bangsa. Semua lapisan masyarakat bersatu padu di bawah falsafah dan dasar negara Pancasila. 

Sementara itu, Djohan Makmur, panitia acara Merajut Kebhinnekaan dalam Nyanyian Indonesia menambahkan, Indonesia mempunyai banyak potensi.

"Kami mengingatkan kembali, melalui seni dan budaya. Yang begitu kaya, namun belum tereksploitasi dengan maksimal. Kalau kita hanya sendiri-sendiri mungkin tidak maksimal. Indonesia kaya, dari sabang-merauke. Kalau itu dirajut menjadi kesatuan itu akan luar biasa," ujarnya.

"Kita bersyukur, ketika coba mensosialisasikan ini ke UKP PIP, menyampaikan gagasan, pak Yudi bilang ini bagus sekali. Untuk me-recall Pancasila, yang mulai terabaikan," pungkasnya.(dai)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%