Abaikan Wasir Bisa Sebabkan Nyeri dan Anemia

Rabu, 25 Oktober 2017 | 14:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
OBAT: Ilustrasi obat penurun rasa sakit dan nyeri ketika wasir melanda. Foto Dewi Maryani/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Diperkirakan sebanyak 50 persen dari populasi yang berumur lebih dari 50 tahun menderita hemoroid (wasir) derajat sedang hingga berat. Pada kasus yang berat, perdarahan lebih mungkin terjadi, terutama saat buang air besar, perdarahan ini selanjutnya mengakibatkan masalah kesehatan lain berupa nyeri dan anemia.

Hemoroid atau lebih dikenal dengan nama wasir atau ambeyen, berasal dari kata ''haima'' dan ''rheo''. Dalam dunia kedokteran berarti pelebaran pembuluh darah vena (pembuluh darah balik) di dalam pleksus hemorrhoidalis yang ada di daerah anus. ''Kondisi ini muncul saat terjadi peningkatan tekanan pembuluh darah vena disekitar pinggang, karena konstipasi, kebiasaan mengejan saat buang air besar, kelebihan berat badan serta kehamilan,'' ujar Dokter Spesials Bedah Klinik Rumah Wasir , dr. Firdaus, SpB di Jakarta, Rabu (25/10).
 
Menurutnya, tekanan yang terus menerus tersebut selanjutnya melemahkan jaringan pendukung pembuluh darah di sekitar anus, serta mengakibatkan pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah. Jika pembengkakan terjadi di dalam disebut sebagai wasir interna dan jika pembekakan pembuluh darah terjadi di luar sekitar anus disebut sebagai wasir eksternal.

Rasa nyeri sering muncul saat penderita wasir duduk, atau saat buang air besar. Ini terjadi terutama pada penderita wasir derajat sedang hingga berat yang disertai perdarahan. ''Cepitan inilah yang kemudian menimbulkan sensasi nyeri karena airan darah terhenti,'' imbihnya. 

Pembedahan menjadi salah satu solusi yang dapat mengatasi masalah ini. Fibrosis jaringan sekitar anus juga menjadi penyebab terjadinya nyeri pada penderita hemoroid. Adanya fibrosis mengakibatkan anus kehilangan elasitisitasnya untuk membuka dan menutup. Infeksi juga dapat menimbulkan nyeri yang cukup hebat pada penderita hemoroid, terlebih jika infeksi tersebut menyebabkan pembentukan nanah.

Anemia merupakan masalah kesehatan yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada dibawah nilai normal. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika seseorang kekurangan sel darah merah, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya dapat menimbulkan gejala, meliputi lemah, letih dan lesu.

Anemia pada pasien hemoroid terjadi saat perdarahan terus menerus dan terjadi dalam waktu yang lama. Adanya anemia, menambah kompleksitas pengobatan hemoroid bagi dokter, tak hanya memberikan terapi hemoroid saja, dokter harus melakukan tatalaksana anemia. Biaya pengobatan menjadi lebih besar. Adanya anemia, juga dikatakan sebagai indikasi pasien untuk segera melakukan pembedahan untuk kasus hemoroid yang dialaminya.

Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan makan masyarakat semakin berubah sesuai dengan tuntutan keadaan. Banyak dari kita yang hanya mengutamakan rasa kenyang di banding gizi. Kurangnya konsumsi serat selanjutnya dapat menyebabkan susah buang air besar, sehingga kita harus mengejan untuk menyelesaikannya. Kebiasan ini dapat menyebabkan pembuluh darah di daerah anus, yakni pleksus hemorrhoidalis merenggang/ membesar. Bila hal ini terjadi secara terus-menerus, maka pembuluh darah itu tidak akan mampu kembali ke posisi semula.

Untuk memastikan apakah seseorang terkena wasir umumnya tidak diperlukan pemeriksaan khusus, dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi sekitar anus saja. Jika ada kecurigaan penyakit lain misalnya polip atau kanker, dokter akan menyarankan pemeriksaan khusus antara lain: anuskopi (teropong anus), rektoskopi (teropong rectum), sigmoidoskopi bahkan kolonoskopi disertai biopsi untuk evaluasi lebih lanjut.

Untuk mengobatinya, disarankan memulai pola hidup sehat dengan banyak minum air putih (6 – 8 gelas/hari), memperbanyak mengkonsumsi serat dari sayur dan buah-buahan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi hemoroid.

Beberapa obat-obatan mungkin diberikan dokter, seperti obat penghilangkan rasa nyeri, obat pencahar untuk atasi sembelit, pemberian zalf atau pil anus (supositoria) untuk mengurangi iritasi, serta antibiotik bila terjadi infeksi.

Pembedahan diindikasikan untuk mereka penderita hemoroid derajat 3 dan 4 atau yang telah gagal dengan pemberian obat-obatan. Beberapa teknik pembedahan yang dilakukan oleh dokter meliputi; hemorrhoid dectomi, konvensional, bipolar electrocoagulation, rubber band ligation, stapler, biological electrical impedance auto-measurement (BEIM) dan laser. ''Teknik BEIM, memiliki beberapa keuntungan seperti; jaringan luka langsung ditutup dengan panas yang dihasilkan dari alat, sehingga minimal perdarahan. Risiko terjadinya infeksi dapat dikurangi. Nyeri pasca tindakan dapat diminimalkan,'' pungkasnya. (dew)

Penulis : Dewi Maryani Editor : Novita Amelilawaty
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%