Yuk ke Boy N Cow Sensasi Kuliner Steak yang Usung Tema Industrial Amerika Tahun 1940

Senin, 06 November 2017 | 21:40
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Pulau Bali sebagai destinasi pariwisata terfavorit di Indonesia, bahkan dunia, tidak hanya menyediakan destinasi wisata berupa pemandangan alam yang indah, namun juga destinasi wisata kuliner yang fantastis.

Semakin berkembangnya pariwisata di Bali, ragam kuliner yang disajikan juga semakin banyak jenisnya. Tak hanya kuliner lokal, beragam jenis kuliner mancanegara pun meramaikan industri kuliner Bali. Salah satunya adalah Boy N Cow yang berlokasi di Jalan Raya Kerobokan No 138 Seminyak Kuta.

Sebagai salah satu destinasi kuliner di sentra pariwisata di Bali, Boy N Cow tidak saja menyajikan beragam jenis menu makanan berbahan dasar daging sapi. Namun, restoran yang baru beroperasi sejak  Agustus lalu ini, menjadi satu-satunya Meat Boutique di Bali.

Marketing Boy N Cow Bali, Dida Bahalwan , Selasa ( 24/10) kemarin di Kuta, mengatakan, Boy N Cow makanan berjenis steak , dan  sebagai satu-satunya meat boutique di Bali. "Boy N Cow tidak hanya steakhouse biasa, namun menyajikan steak yang berkualitas,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), kemarin.

Hal ini dikatakan Dida karena daging yang digunakan merupakan 'dry aged meat',  yakni suatu proses mendiamkan daging segar di ruangan steril dengan suhu yang sudah diatur selama 28 hari, sehingga membuat tekstur daging menjadi lebih lembut dan memunculkan rasa khas dari daging itu sendiri.

Kelembutan rasa daging yang sudah mengalami proses dry aged ini, lanjut Dida, akan semakin sempurna karena disajikan dengan beragam jenis rempah-rempah khas Western food dengan tambahan olive oil dan garam laut.

Untuk metode memasaknya, daging sapi yang akan dihidangkan sebagai steak akan dimasak dengan cara dipanggang di atas bara kayu. “Proses pemanggangan ini menggunakan metode panggang klasik, yakni memanggang daging di atas bara kayu, sehingga rasa daging akan semakin sempurna karena mendapat proses pengasapan,” paparnya.

Sebagai restoran dengan menu daging, Boy N Cow menyajikan menu berbahan dasar daging sapi, mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup.

Untuk makanan pembukanya ada beberapa menu yang ditawarkan, mulai dari steak tartare, yakni daging sapi cincang yang dihidangkan mentah dengan beberapa tambahan rempah-rempah dan garam laut serta minyak zaitun.

Selanjutnya ada tuna tostada sebagai hidangan pembuka, lalu ada truffle and parmesan steak chips sebagai hidangan pendamping. “Hidangan pendamping ini biasanya dihidangkan pada jeda antara makanan pembuka sembari menunggu makanan utama dihidangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk hidangan utama, Boy N Cow merekomendasikan untuk mencoba steak 900 gram porterhouse dengan bernaise sauce. Dengan porsinya yang besar untuk menu ini bisa dijadikan menu sharing untuk 2 sampai 3 orang.

Selain itu, juga punya menu steak lainnya , seperti Australian Black Angus Ribs.  Jika  steak 900 gram porterhouse adalah menu sharing, maka Australian Black Angus Ribs ini adalah menu personal yang dibuat dari daging sapi import. “Sedangkan untuk hidangan penutupnya cream brulee dengan coffee cream adalah salah satu menu yang paling banyak digemari pengunjung,” lanjutnya.

Meskipun mengusung konsep meat boutique, namun Boy N Cow juga memiliki menu non daging, seperti salmon dan beberapa jenis menu vegetarian. Adapun menu vegetarian yang dimaksud antara lain, asparagus panggang, tumis jamur dan beberapa jenis olahan kentang serta orzo ,yakni olahan pasta berbentuk nasi yang dimasak menggunakan keju mozarrela.

Meskipun menu makanan yang disajikan adalah menu makanan dengan konsep modern, namun untuk desainnya, restoran

Boy N Cow memilih desain dengan tema industrial Amerika di tahun 1940-an. Sehingga, dinding restoran dibuat dengan corak yang sederhana, menggunakan bata merah dengan dominasi cat berwarna hitam.

Tema ini menurut Dida, dipilih karena pihaknya ingin memberikan kesan unik kepada para tamu yang datang ke Boy N Cow di Jalan Raya Kerobokan No 138 Seminyak Kuta. “Tema Boy N Cow ini adalah tema industrial dengan latar gaya industrial Amerika di tahun 1940-an, sehingga kesannya klasik dan vintage,” terang Marketing Boy N Cow Bali, Dida Bahalwan.

Restoran ini terdiri dari dua lantai, dimana lantai satu merupakan restorannya,  dan lantai  dua  adalah cocktail lounge yang tentu saja menyajikan  cocktail dan minuman yang dibuat oleh bartender profesional.

Begitu memasuki restoran, pengunjung akan disambut oleh display daging sapi mentah yang ditempatkan dalam etalase kaca, sehingga bisa dilihat langsung oleh pengunjung ketika baru memasuki Boy N Cow.

Display ini, lanjut Dida, memang sengaja ditempatkan di bagian depan restoran, karena pihaknya ingin wisatawan yang datang bisa langsung melihat kualitas daging yang akan disajikan di restoran ini. “Display ini sengaja kami buat tembus pandang, sehingga wisatawan bisa menyaksikan sendiri daging sapi yang akan kami olah,” ungkapnya.

Dida mengatakan,  Boy N Cow mematok harga makanan mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 999 ribu per porsi. “Harga yang kami patok memang cukup mahal, itu karena kami menggunakan daging dengan kualitas terbaik yang didatangkan langsung dari peternakan sapi di Amerika dan Australia,” jelasnya.(bx/gek/rin/yes/JPR)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%