Warung Odah Oning Padukan Keindahan Alam dan Citarasa Kuliner

Selasa, 07 November 2017 | 15:56
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Selain menjadi tongkrongan, Bali menjadi surganya kuliner. Beragam jenis makanan bisa didapat didapati sepanjang pantai. Pantai Semawang salah satunya, pantia ini menjadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan untuk berburu beragam jenis kuliner khas Bali, mulai dari menu sarapan, makan siang hingga dinner.

Di sepanjang pinggir Pantai Semawang hingga Sanur, terdapat banyak sekali rumah makan yang dikelola oleh masyarakat lokal, yang tidak saja menyediakan menu makanan ringan, tetapi juga menyediakan menu makanan berat.

Salah satunya adalah Warung Odah Oning yang berlokasi tepat di pinggir Pantai Semawang, Denpasar.  Jika dilihat, Warung Odah Oning ini sama seperti rumah makan lainnya di sepanjang Pantai Semawang. Namun, yang menjadi ciri khas dari warung ini adalah menu makanan yang disajikan adalah olahan seafood dengan aplikasi bumbu Bali. Seperti apa?

Mencari Warung Odah Oning, wisatawan ataupun masyarkat lokal tidak perlu takut tersesat. Dari areal parkir utama Pantai Semawang, wisatawan cukup menyusuri bibir pantai kearah selatan sekitar 100 meter, pasti   menemukan lokasi Warung Odah Oning, apalagi ada plang nama warung yang cukup jelas terlihat.

Yanie, pengelola Warung Odah Oning ketika ditemui Bali Express (indopos Group) Semawang beberapa waktu lalu, mengatakan,  Warung Odah Oning memang menjadi salah satu destinasi kuliner bagi wisatawan,  khususnya wisatawan asing yang menginap di Kawasan Pantai Semawang.

Meskipun menjadi salah satu rumah makan yang ramai dikunjungi wisatawan asing, namun  makanan yang disajikan  tidak seluruhnya menu western food. Bahkan, sebagian besar menu makanan yang disajikan   adalah menu makanan khas Bali.

Salah satunya adalah olahan seafood, mulai dari udang, cumi-cumi, snapper fillet kerang, dan beragam jenis olahan bahan makanan sari laut lainnya. "Olahan seafood yang disajikan , sebagian besar  menggunakan bumbu Bali," terang Yanie. Dikatakan Yanie, sebagian besar disajikan dengan cara memasak di panggang di atas bara api. “Untuk menambah rasa, kami gunakan bumbu Bali sebagai bumbu utamanya,” jelasnya.

Selain untuk menambah kelezatan makanan yang disajikan, penggunaan bumbu Bali, lanjut Yanie,  juga berfungsi sebagai penghilang rasa amis makanan seafood.

Dikatakannya,  bahan yang digunakan membuat bumbu Bali atau yang dikenal dengan nama 'base genep ' ini adalah kombinasi antara rempah-rempah khas Bali dengan beragam jenis umbi-umbian, seperti jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur.

Meskipun menggunakan bumbu Bali sebagai bumbu utama dari masakannya, namun Yanie mengakui jika Warung Odah Oning sengaja mengurangi penggunaan cabai . “Hal ini kami lakukan karena pasar dari produk makanan kami adalah wisatawan asing yang tidak begitu menyukai rasa pedas,” ungkapnya.

Meskipun penggunaan cabai dikurangi, namun rasa dari base genep ala Odah Oning cukup terasa, karena penggunaan beragam rempah dan kombinasi bumbu dapur lainnya.

Selain menyajikan menu dengan bahan utama seafood, Warung Odah Oning juga menyajikan menu masakan lainnya, mulai dari Chinese food, masakan khas Nusantara hingga western food.

Menu beragam pilihan ini, lanjut  Yanie, bertujuan supaya wisatawan yang datang ke Odah Oning  bisa mengenal keragaman budaya kuliner yang ada di Bali.

Khusus menu Chinese food yang dihidangkan,  disajikan dengan taste selera nusantara dengan tingkat kepedasan sedang. “Menu-menu yang kami masak merupakan menu dengan taste standar internasional, ” pungkasnya.

Kombinasikan Bahan Baku Lokal dengan Teknik Memasak  

Beragam jenis menu makanan yang disajikan di Warung Odah Oning tidak saja memanjakan pelanggannya dengan tampilan yang cantik, tetapi juga dengan rasa yang enak.

Dikatakan Yanie,  untuk mendapatkan citarasa makanan yang berkualitas, memang  menggunakan bahan baku yang berkualitas baik. Mulai dari  seafood yang berasal dari hasil tangkapan laut yang masih segar.

“Khusus untuk seafood, kami menerapkan standar yang tinggi.  Dalam artian, seafood yang kami sajikan masih dalam keadaan segar ketika dimasak,” ungkapnya.

Tak hanya  seafood, menu lain yang disajikan di Warung Odah Oning juga  menggunakan bahan baku lokal. Mulai dari sayuran, buah-buahan hingga daging sapi yang digunakannya juga merupakan daging sapi lokal.

Yanie  menegaskan,  daging sapi lokal  kualitasnya tidak kalah dengan kualitas daging sapi impor.

“Selain itu , jika daging sapi lokal dipadukan dengan base genep, tentu akan mendapatkan citarasa yang lebih pas,” tambahnya.

Soal harga makanan, relatif terjangkau. Warung Odah Oning mematok harga  mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 85 ribu per porsi. (bx/gek/rin/yes/JPR)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%