Universitas Bakrie

Belajar Etos Kerja dari Dosen Tamu

Selasa, 14 November 2017 | 20:36
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SERIUS: Kehadiran dosen tamu memberi pengetahuan baru kepada mahasiswa-mahasiswi Universitas Bakrie. Foto: UNIVERSITAS BAKRIE FOR INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Universitas Bakrie (UB) yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Bakrie memiliki sebuah program unggulan yang disebut Guest Lecture atau dosen tamu. Program tersebut rutin dilakukan sejak 11 tahun lalu.

Humas UB Ananda Fortunisa mengatakan, keunggulan program Guest Lecture adalah dengan menghadirkan orang-orang yang sudah matang di dunia kerja. ”Biasanya narasumber yang kami datangkan dari perusahaan-perusahaan yang berada di Kelompok Usaha Bakrie, ada sekitar 150 lebih perusahaan se-Indonesia ini,” jelasnya kepada INDOPOS, Selasa (7/11) lalu.

Sedikit mentelisik, terciptanya program Guest Lecture, dijelaskan wanita berhijab ini, didorong dari kerprihatinan masih banyaknya lulusan sarjana fresh graduate tapi tidak mengerti etos kerja. Padahal, sasaran dari lulusan sarjana adalah kesiapan untuk bekerja atau berwirausaha. ”Jadi menurut kami, anak-anak itu (lulusan sarjana) banyak kenyang di teori saja. Sayangnya mereka ternyata kurang pengalaman di dunia usaha atau industri. Makanya mereka terkadang gagap saat bertemu klien dan bingung harus bagaimana bertemu dengan rekan kerja,” ucap Ananda.

Nah, melalui program Guest Lecture itulah, mahasiswa-i UB mendapatkan pengetahuan langsung tentang etos kerja dari praktisi yang berpengalaman. Mereka diajarkan bagaimana cara melobi klien, negosiasi, hingga bagaimana memberikan kesan baik kepada klien saat pertama kali pertemuan.

”Kegiatanini diadakan di setiap semester. Kami akan datangkan dosen tamu yang sesuai dengan jurusan masing-masing yang ada di UB ini. Narasumber juga bukan hanya dari Bakrie Group saja, tapi juga dengan praktisi lain,” imbuh dia.

Program itu terus berlanjut, karena melihat hasil yang didapat dari kegiatan itu. ”Sekarang, lulusan Universitas Bakrie memiliki masa tunggu dari 0-6 bulan sebesar 80,04 persen. Kemudian sisanya satu hingga tiga bulan sudah mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studinya,” beber wanita asal Minang itu. (arp)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%