Yummmy….Lezatnya “Jaje Laklak” Rasa Buah

Rabu, 06 Desember 2017 | 14:33
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Kue serabi ala Bali alias jaje laklak, menjadi salah satu kue tradisional khas Bali favorit. Kue ini acap menjadi teman ngopi saat pagi atau sore hari.Siraman gula merah dan parutan kelapa, membuat lidah terasa bergoyang. Biasanya jaje laklak memiliki rasa original dengan aroma daun suji.

Namun di tangan seorang pemuda asal Desa Pancasari, jaje laklak diolah sedemikian rupa agar memiliki rasa dan aroma buah. Varian baru jaje laklak ini pun banyak diminati masyarakat.

Jaje laklak dengan varian rasa buah, dapat anda nikmati di Warung Djaja Laklak. Letaknya di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, tepatnya di wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.

Warung itu dikelola oleh Gede Rena Purdiasa, pemuda desa setempat. Rena mencoba mengembangkan beberapa varian rasa jaje laklak. Mulai dari rasa buah nangka, buah naga, durian, labu kuning, hingga ubi ungu.

Seperti jaje laklak pada umumnya, buatan Gede Rena ini juga dibuat dengan bahan dasar tepung beras.Hanya saja ia menyisipkan beberapa resep rahasia, yang membuat kue menjadi lebih lembut dan aroma buah menjadi lebih meresap.

Saat dimasak, dia menggunakan tungku tradisional dan pengapian kayu bakar. Selain itu, Rena juga menggunakan buah kelapa lokal dan memanfaatkan gula aren Desa Pedawa sebagai siraman kue.

Rasanya pun menjadi lebih manis dan khas. Didampingi secangkir kopi dan dinikmati di wilayah sejuk seperti Pancasari, rasanya sungguh nikmat. Apalagi bila Anda habis berdingin-dingin

Dalam sehari, biasanya ia membuat adonan jaje laklak sebanyak 10 kilogram. Pada hari-hari tertentu, ia menyiapkan 15 kilogram adonan. Bahkan bisa mencapai 20 kilogram adonan.

“Saya memang mencoba berkreasi dengan rasa. Ternyata diminati. Banyak langganan dari sekitar Buleleng dan dari Denpasar. Pokoknya yang sering-sering lewat jalan ini. Beberapa turis juga ada,” kata Rena.

Salah seorang pelanggan Rena adalah Gusti Ayu Kuasmawati. Setiap kali kembali ke Denpasar, Kuasmawati selalu mampir di warung milik Rena hanya untuk menikmati jaje laklak dengan ditemani teh hangat atau kopi panas.

“Kalau lewat jalan ini, sering mampir. Rasanya enak, tidak seperti di tempat lain. Kalau tempat lain kebanyakan keras, kalau ini nggak. Ada banyak varian rasa juga. Saya paling suka yang durian,” katanya.

Untuk menikmati seporsi jaje laklak ini tak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Hanya dengan Rp 5.000, seporsi jaje laklak sudah bisa dinikmati. Ditambah secangkir kopi, tak lebih dari Rp 10 ribu seporsi. Yummy…Anda mau coba? (rb/eps/mus/mus/JPR)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%