Ini Dia Risiko jika Tidak Disunat

Kamis, 07 Desember 2017 | 16:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
MENARIK: Irfan Wahyudi menerangkan tentang teknik sirkumsisi, Kamis (7/12). Foto: Azuba/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Sirkumsisi atau sunat bertujuan menghilangkan bagian ujung kulit penis bernama preputium, sehingga glans penis tidak tertutup kulit. Sunat ini sangat penting agar menghindari risiko kanker penis dan beberapa penyakit lainnya.

"Risiko kanker penis meningkat pada pria yang tidak disirkumsisi higien yang buruk. Sedangkan risiko tertular HIV berkurang hingga 70 persen pada pria yang disirkumsisi," kata dokter dari RS Siloam Asri Dr dr Irfan Wahyudi Sp U (k) di Jakarta, Kamis (7/12).

Lebih lanjut, anak yang tidak disunat, mempunyai risiko infeksi saluran kemi (ISK) 3-10 kali lebih tinggi, dibandingkan anak yang disunat pada tahun pertama kehidupan. Selain itu pula, kejadian infeksi kulit dan glans penis, lebih tinggi pada pria yang tidak disunat 3 persen hingga 10 persen.

"Jadi sirkumsisi ini menurunkan risiko terjadinya penyakit yang ditularkan secara seksual," tegasnya.

Dia menganjurkan, sunat bisa dilakukan jika penis sudah normal. Namun di Indonesia beda tradisinya, karena ada yang menunggu SD, tapi pada prinsipnya, asal penisnya normal maka bisa disunat.

"Sebelum melakukan sunat maka orangtua harus menanyakan teknik apa yang digunakan dokternya," kata dia. (aza)

Editor : Muhammad Izzul Mutho
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%