Mau Tahu Agar Penis Aman?

Kamis, 07 Desember 2017 | 17:55
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
BERBINCANG: Irfan Wahyudi (kanan) usai menjelaskan metode sirkumsisi, Kamis (7/12). Foto : Azuba/indopos

INDOPOS.CO.ID - Persiapan sirkumsisi atau sunat, sangat penting. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum disunat adalah, adanya pemeriksaan indikasi dan kontraindikasi sirkumsisi dan mengetahui teknik sirkumsisi.

Dr dr Irfan Wahyudi Sp U (k), mengatakan, sirkumsisi merupakan prosedur pembedahan yang umum dilakukan. Jadi sebelum sirkumsisi diperlukan untuk menilai kesiapan anak dan ada tidaknya kontraindikasinya. Karena ada penis yang terbenam atau sembunyi, penis seperti ini boleh disunat tapi khusus. Jadi Orangtua harus menanyakan teknik sunatnya seperti apa yang dilakukan nantinya. Apalagi saat ini berkembang informasi metode sunat yang berkomplikasi berbahaya.

"Saat ini berkembang banyak disinformasi mengenai metode sunat, sebagian menyesatkan dan dapat memberikan komplikasi yang berbahaya. Jadi lakukanlah sirkumsisi pada tempat layanan kesehatan yang baik, dengan tenaga ksehatan dokter yang kompeten," katanya, Kamis (7/12).

Dijelaskannya, ada beberapa teknik sirkumsisi. Pertama, metode konvensional dorsal slit, metode ini dapat dilakukan pada semua usia, di pelayanan kesehatan dengan instrument bedah dasar. Kekurangan metode ini, membutuhkan keterampilan bedah, agar menghindari risiko kecil cedera saluran kencing.

Kedua, untuk metode plastibell, membutuhkan alat khusus dan ukuran harus disesuaikan. Untuk metode ini, direkomendasikan hanya pada pelayan kesehatan yang telah secara teratur melaksanakan prosedur ini dan pasien harus kontrol kembali. Ketiga ada metode mogen clam, untuk metode ini klem yang digunakan membutuhkan sterilisasi yang baik, karena metode ini terdapat risiko glans penis tertarik dan terjepit. Sedangkan metode gomci clamp, menurunkan risiko amputasi penis.

"Untuk metode ini, membutuhkan dorsal slit, jadi butuh alat dengan berbagai ukuran dan alatnya harus dirakit,"ucapnya.

Sedangkan untuk teknik pembiusan lokal lebih direkomendasikan oleh WHO. Sedangkan pembiusan umum dapat dilakukan untuk anak yang kurang kooperatif, tapi memiliki risiko yang lebih besar. (aza)

Editor : Muhammad Izzul Mutho
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
100%
Takut
Takut
0%